SITUBONDO – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perjuangan Rakyat Situbondo, Rahmad Hartadi, memberikan seruan tegas kepada seluruh elemen LSM di wilayahnya.
Ia meminta agar keberadaan lembaga swadaya masyarakat tidak menjadi momok yang menakut-nakuti para penyelenggara maupun ketua proyek swakelola di tingkat desa.
Hal ini disampaikan seiring dengan mulai berjalannya sejumlah proyek pembangunan desa dari Provensi maupun daerah sendiri.
Menurut Rahmad Hartadi, LSM seharusnya menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam mengawal pembangunan, bukan justru menakut nakuti mencari kesalahan demi kepentingan tertentu.
“Proyek sudah mulai, LSM jangan nakut-nakuti penyelenggara maupun ketua dari proyek swakelola di desa,” ujar Rahmad Hartadi saat memberikan keterangan.
Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari setiap pengurus dan anggota LSM untuk memahami Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) mereka yang sebenarnya.
Menurutnya, fungsi kontrol sosial yang melekat pada LSM harus dijalankan secara objektif, konstruktif, dan sesuai aturan, bukan dengan metode intimidasi.
“Kita selaku Lembaga Swadaya Masyarakat harus tahu tupoksinya, jangan selalu mencari celah salah dan melaporkannya,” tegas Rahmad Hartadi.
Lebih lanjut, Rahmad Hartadi menjelaskan bahwa proyek swakelola desa melibatkan partisipasi masyarakat setempat dan bertujuan untuk mempercepat kesejahteraan di desa.
Jika para pelaksana proyek di desa terus-menerus dihantui ketakutan akan dicari-cari kesalahannya, dikhawatirkan penyerapan anggaran dan jalannya pembangunan justru akan terhambat.
Melalui pernyataan ini, LSM Perjuangan Rakyat Situbondo berharap iklim pembangunan di tingkat desa dapat berjalan kondusif, transparan, dan akuntabel, tanpa adanya intervensi negatif yang merugikan kepentingan masyarakat luas. (Sony)






