Yudi Panglima 1 MADAS Sedarah Siap Tempuh Jalur Hukum, Soroti Dugaan Pelanggaran SOP Menu MBG SPPG Bago

Redaksi

PROBOLINGGO, Newscakra.com — Polemik kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Bago, Kecamatan Besuk, memasuki babak baru. Wahyudi atau Yudi, Panglima 1 Madura Asli Sedarah (MADAS Sedarah) DPC Kabupaten Probolinggo, menyatakan siap menempuh jalur hukum setelah menerima laporan dugaan menu MBG yang dinilai tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Pernyataan itu disampaikan Yudi pada Jumat (17/7/2026), menyusul keluhan wali murid TK Qur’an Kalijaga, Desa Kecik, yang mempertanyakan kelayakan menu bergizi bagi anak usia dini.

“Saya siap menempuh jalur hukum karena tidak sesuai dengan SOP (dugaan pengurangan porsi nilai harga menu, red) yang diterapkan oleh pihak dapur MBG Desa Bago, Kecamatan Besuk,” ujar Yudi saat dikonfirmasi melalui pesan suara WhatsApp, Jumat (17/7/2026).

Pernyataan tersebut berangkat dari keluhan seorang wali murid berinisial F, warga Dusun Podegen RT/RW 04/01, Desa Kecik, Kecamatan Besuk. F mempertanyakan kualitas makanan yang diterima anaknya, Z, siswi TK A TK Qur’an Kalijaga, pada Rabu (15/7/2026).

Menurut F, menu yang diterima hanya berupa nasi, sayur, telur mata sapi, dan tahu goreng. Ia bahkan memperlihatkan salinan menu MBG yang telah dipindahkan ke bungkus nasi berbahan styrofoam. Bagi F, komposisi maupun porsi makanan tersebut dinilai belum mencerminkan tujuan Program Makan Bergizi Gratis yang dirancang pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik.

“Astaghfirullahal azhim, ini makanan manusia apa makanan kucing sih,” ujar F, menirukan reaksi spontannya saat pertama kali membuka bungkusan makanan itu.

F menegaskan keberatannya bukan semata-mata mengenai rasa atau variasi menu. Ia menilai persoalan tersebut menyangkut kualitas pelayanan program pemerintah yang seharusnya menjamin kecukupan gizi anak-anak, terutama siswa taman kanak-kanak yang masih berada pada masa pertumbuhan.

Baca juga
Desak Keadilan Tragedi Tual, Aliansi BEMPAS Paksa Kapolres Pasuruan Tanda Tangani Pakta Integritas

Menindaklanjuti laporan tersebut, jurnalis telah berupaya meminta klarifikasi kepada Imam yang disebut sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) SPPG Desa Bago, Kecamatan Besuk. Permintaan konfirmasi dikirim melalui pesan WhatsApp pada Kamis (16/7/2026).

Pesan tersebut diketahui telah diterima dan dibaca, ditandai dengan centang biru. Dalam pesan itu, jurnalis memberikan kesempatan memberikan penjelasan melalui pesan teks, pesan suara maupun panggilan telepon hingga pukul 13.00 WIB. Namun, hingga tenggat waktu yang diberikan berakhir, tidak ada tanggapan dari yang bersangkutan.

Upaya konfirmasi juga dilakukan dengan mendatangi langsung lokasi SPPG berkode ID:YDGHCJ7U di Desa Bago, Kecamatan Besuk. Saat didatangi, Imam tidak berada di lokasi. Salah seorang petugas yang ditemui hanya menyampaikan bahwa Korlap sedang tidak berada di tempat dan tidak memberikan penjelasan mengenai keluhan kualitas menu MBG tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Desa Bago belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi atas keluhan warga terkait kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis yang disalurkan kepada siswa TK Qur’an Kalijaga, Desa Kecik.

Penulis: ImronEditor: Red