Oleh: Nofika Syaiful Rahman
Newscakra.com – Setiap kali memasuki momentum evaluasi pembangunan daerah, sebuah pertanyaan mendasar selalu menggelitik benak kita: Majukah Situbondo? Pertanyaan ini bukan sekadar skeptisisme, melainkan refleksi jujur dari masyarakat yang merindukan lompatan besar. Sebagai kabupaten yang berada di jalur strategis Selat Madura dan jalur perlintasan Pantura, Situbondo memiliki modal geopolitik yang luar biasa. Namun, apakah modal itu sudah berhasil dikapitalisasi menjadi kesejahteraan yang nyata?
Menilai kemajuan suatu daerah tidak bisa hanya bersandar pada angka-angka statistik di atas kertas, melainkan pada denyut nadi ekonomi masyarakat bawah. Ketika kita berbicara tentang kemajuan, variabel yang paling valid untuk diuji adalah kemandirian fiskal daerah. Di sinilah tantangan terbesar kita bermula: Bagaimana meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Situbondo?
Mengurai Simpul PAD: Melompat Keluar dari Zona Nyaman
Selama ini, struktur PAD kita masih sering terjebak pada rutinitas konvensional pajak daerah dan retribusi yang itu-itu saja. Jika Situbondo ingin melompat, kita harus berani keluar dari zona nyaman. Peningkatan PAD tidak akan tercipta secara masif jika kita hanya mengandalkan sektor domestik yang stagnan.
Ada tiga sektor kunci yang harus diakselerasi secara radikal:
• Optimalisasi Sektor Maritim dan Perikanan : Dengan garis pantai yang panjang, Situbondo seharusnya mampu menjadi pusat industri pengolahan hasil laut, bukan sekadar penyedia bahan baku mentah bagi daerah lain. hilirisasi adalah kunci.
• Revitalisasi Pariwisata Berbasis Narasi (Storynomics) : Potensi wisata kita, mulai dari eksotisme Taman Nasional Baluran hingga wisata pantai, memerlukan manajemen modern dan investasi yang serius, bukan sekadar pengelolaan ala kadarnya.
• Digitalisasi dan Kemudahan Investasi : Menyederhanakan birokrasi adalah magnet terbaik bagi investor. Setiap investasi yang masuk adalah bahan bakar bagi pertumbuhan PAD dan lapangan kerja baru.
Bagaimana Nasib Situbondo Kedepan?
Jika kita terus berjalan dengan ritme business as usual (berjalan apa adanya), maka nasib Situbondo ke depan hanya akan menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan daerah-daerah tetangga di Jawa Timur. Kita akan terjebak dalam fenomena daerah perlintasan ramai dilewati, namun sepi disinggahi.
Sebaliknya, nasib Situbondo ke depan akan sangat bergantung pada keberanian kepemimpinan daerah saat ini untuk mengambil keputusan-keputusan taktis dan visioner. Tantangan ke depan bukan lagi soal membangun infrastruktur dasar semata, melainkan membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di era digital serta menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif.
Menuju Status “Kabupaten Berkelas”
Menjadi kabupaten yang “Naik Kelas” berarti Situbondo mampu mensejajarkan diri dengan daerah maju lainnya secara nasional. Ini bukan hal yang mustahil, asalkan kita memiliki peta jalan (roadmap) yang jelas dan integratif.
Bisakah Situbondo Naik Kelas ke Status Berkelas?
Jawabannya adalah: Sangat Bisa. Namun, status “berkelas” tidak turun dari langit. Ia menuntut prasyarat yang berat. Situbondo akan Punya Status Berkelas jika tiga pilar ini terpenuhi:
1 • Pemerintahan yang Inovatif (Innovative Governance) : Birokrasi tidak boleh lagi kaku. Pemerintah daerah harus berfungsi sebagai fasilitator pertumbuhan ekonomi, bukan penghambat.
2 • Kolaborasi Pentahelix : Pembangunan Situbondo tidak bisa hanya digendong oleh pemerintah. Harus ada sinergi yang intim antara pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas masyarakat, dan media.
3 • Keberanian Mengeksplorasi Potensi Baru : Kita harus mulai melirik sektor energi Lebih Modern, digitalisasi UMKM secara masif, dan penguatan sektor pertanian modern (smart farming).
Kesimpulan
Situbondo berada di persimpangan jalan. Pertanyaan apakah Situbondo akan maju, bagaimana nasibnya, dan bisakah ia Berstatus Berkelas, jawabannya tidak berada pada takdir, melainkan pada pilihan-pilihan kebijakan yang kita ambil hari ini.
Meningkatkan PAD bukan sekadar urusan memeras potensi pajak rakyat, melainkan tentang bagaimana pemerintah cerdas menciptakan kue ekonomi yang lebih besar agar semua orang mendapat bagian yang mensejahterakan.
Sudah saatnya seluruh elemen Situbondo bersatu, membuang ego sektoral, dan bergerak bersama demi satu tujuan: membawa Situbondo keluar dari bayang-bayang ketertinggalan dan sah menjadi kabupaten yang berkelas.






