PASURUAN newscakra.com — Dugaan percobaan pembunuhan terencana terhadap S, seorang jurnalis yang menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Media Cakra Nusantara, memicu gelombang kecaman dari berbagai lapisan masyarakat. Kinerja aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Nguling, Polres Pasuruan Kota, kini menjadi sorotan tajam karena dinilai lamban dalam mengambil tindakan tegas terhadap para terduga pelaku.
Peristiwa mencekam tersebut terjadi saat korban diserang secara membabi buta menggunakan senjata tajam jenis celurit sebanyak empat kali oleh salah satu pelaku diantara tiga orang pelaku. Beruntung, korban berhasil menghindar sehingga tidak mengalami luka hingga dilerai para saksi.
Pihak keluarga korban mengecam keras lambannya proses hukum meskipun saksi dan bukti permulaan di lokasi kejadian dianggap sudah cukup kuat. Mereka merasa kepolisian terkesan membiarkan pelaku bebas hanya karena korban tidak terluka secara fisik.
“Ini jelas percobaan pembunuhan berencana. Harusnya pelaku sudah ditangkap! Jangan karena saudara kami tidak terluka, kepolisian lalu menunda penangkapan. Kami keluarga tidak terima, keselamatan nyawa tidak bisa dianggap remeh,” ujar salah satu anggota keluarga korban dengan nada geram, Senin (23/02/2026).
Ketegangan di wilayah Nguling dilaporkan terus meningkat. Publik mulai berspekulasi liar dan mengkhawatirkan terjadinya konflik horizontal jika kepolisian tidak segera melakukan penahanan. Muncul kekhawatiran adanya benturan fisik antara kerabat korban dengan pihak terlapor akibat rasa ketidakadilan yang meruncing.
Beberapa aktivis hukum di Pasuruan turut menyoroti potensi pecahnya keamanan wilayah jika aparat tetap bersikap pasif.
“Jika unsur pidana sudah terpenuhi, seharusnya aparat tidak ragu mengambil langkah hukum tegas. Lambannya penanganan perkara ini justru bisa memicu konflik horizontal yang lebih luas di tengah masyarakat,” tegas salah satu aktivis hukum setempat.
Kesan “masuk angin” dalam penanganan kasus ini mulai menyeruak di kalangan pegiat kontrol sosial. Mereka menuntut transparansi dari Polres Pasuruan Kota agar kepercayaan publik tidak runtuh.
Publik menanti langkah nyata dari kepolisian untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan, terutama karena korban merupakan seorang wartawan yang dilindungi oleh undang-undang dalam menjalankan tugas profesinya. Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu perkembangan signifikan terkait penangkapan para eksekutor lapangan tersebut.
Tim






