BENTENG, Newscakra.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Lubuk Puar, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah, sukses melaksanakan kegiatan Pra-Pelaksana Titik Nol untuk tahun anggaran 2026. Pertemuan ini difokuskan pada pemanfaatan anggaran Dana Desa (DD) tahap pertama, khususnya terkait program ketahanan pangan desa.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Lubuk Puar, Camat Merigi Sakti, Babinsa Serda Ismail, Ketua BPD, jajaran perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa (Kades) Lubuk Puar menyampaikan bahwa program ketahanan pangan tahun 2025 lalu mengalami kendala serius akibat faktor cuaca buruk. Salah satunya adalah tingginya angka kematian pada bibit ikan akibat serangan penyakit, yang membuat hasilnya sama sekali tidak memuaskan dan gagal menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD).
Kades menekankan pentingnya kerja sama yang solid antara pemerintah desa dan seluruh lapisan masyarakat agar kendala di tahun lalu tidak terulang di tahun 2026 ini.
“Tahun kemarin kita sama sekali tidak puas dengan hasilnya. Untuk tahun ini, kita harus bersama-sama memelihara program yang dipilih dengan baik. Perlu diingat juga bahwa anggaran HOK (Hari Orang Kerja) itu ada untuk pelaksanaan kerja, namun untuk biaya penjagaan/perawatan harian itu tidak dianggarkan dana khusus. Jadi, kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan,” ujar Kades.
Musyawarah berjalan dinamis dengan berbagai usulan komoditas ketahanan pangan dari berbagai pihak:
Tokoh Masyarakat: Mengusulkan penanaman cabai karena menjadi kebutuhan pokok harian rumah tangga, serta opsi komoditas jahe, kencur, atau kacang tanah,Ketua BPD: Juga Mengusulkan budidaya sayur kacang panjang dan pengadaan peternakan ayam.
Sekretaris Desa (Sekdes): Memberikan pertimbangan rasional terkait lokasi dan pemahaman teknis warga. Sekdes menilai opsi peternakan ayam petelur memiliki proses yang terlalu panjang dan rumit karena keterbatasan pemahaman teknis masyarakat, sehingga dikhawatirkan perkembangannya akan sulit.

Sekdes menyarankan komoditas nabati seperti jagung atau kacang tanah yang dipandang lebih membawa manfaat langsung dan sesuai dengan porsi HOK.
Setelah menimbang asas manfaat, tingkat kesulitan, dan potensi keberhasilan, musyawarah tersebut akhirnya mencapai mufakat. Pemdes dan masyarakat sepakat untuk menetapkan dua sektor ketahanan pangan tahun 2026, yaitu:
• Sektor Nabati: Penanaman Kacang Tanah.
• Sektor Hewani: Budidaya Ikan Lele (melanjutkan program tahun lalu yang dinilai sudah sempat memperlihatkan hasil dan potensi PAD).
Selain itu, dalam forum ini juga diinformasikan mengenai alokasi dana BUMDes senilai Rp8 juta yang juga diarahkan untuk menyokong sektor ketahanan pangan desa. Tokoh masyarakat yang hadir menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program yang telah disepakati ini demi kemajuan ekonomi Desa Lubuk Puar.
Menutup kegiatan yang berlangsung hingga siang hari tersebut, Kades Lubuk Puar menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pra-pelaksanaan menggunakan Dana Desa (DD) tahap pertama ini telah berjalan sesuai dengan acuan dan regulasi dari pemerintah pusat.
“Saya selaku Kepala Desa Lubuk Puar mengucapkan terima kasih atas kehadiran pihak kecamatan, BPD, dan seluruh warga. Apabila ada ucapan atau sambutan kami dari pihak pemerintah desa yang kurang berkenan selama musyawarah ini, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” tutup Kades.






