Diadukan ke Bareskrim Soal Dugaan Fitnah Gus Kikin, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU “Ngarang Kitab” di Muktamar NU

Redaksi

Newscakra.com — Ketegangan antara HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur) dengan sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) kian memanas. Setelah resmi dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan penghinaan dan fitnah terhadap KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Gus Lilur justru melontarkan tantangan terbuka secara ekstrem.

Laporan terhadap Gus Lilur dilayangkan oleh Forum Advokasi Rekonsiliasi Untuk Keadilan (FARUK). Pemicunya adalah pernyataan Gus Lilur dalam sebuah program podcast yang viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, ia melontarkan tuduhan bahwa Gus Kikin tidak memahami agama dan tidak mampu membaca kitab kuning (mengaji).

Ketua FARUK, M. Chalid, menegaskan bahwa langkah hukum ini ditempuh demi menjaga kehormatan dan marwah ulama, sekaligus menekan potensi kegaduhan menjelang pelaksanaan Muktamar NU. Meski demikian, pihak FARUK menyatakan tetap membuka pintu dialog (tabayyun) untuk penyelesaian secara damai.

“Langkah ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap marwah ulama. Namun, kami tetap membuka ruang klarifikasi dan penyelesaian secara baik-baik,” ujar Chalid.

Merespons aduan hukum tersebut, Gus Lilur tidak surut. Melalui pernyataan tertulis bertajuk “Tantangan Terbuka”, ia menegaskan kesiapannya membuktikan tuduhannya di depan publik dan hukum.

“Berhubung saya dipidana karena dituduh memfitnah Gus Kikin tidak bisa ngaji, tentu saya harus membuktikan bahwa tuduhan tersebut benar,” tegas Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/8/2026).

Uniknya, pembuktian yang ditawarkan Gus Lilur bukan sekadar di ranah pengadilan formal, melainkan adu keilmuan Islam secara langsung di panggung Muktamar NU. Tak tanggung-tanggung, ia menantang empat tokoh penting NU sekaligus untuk beradu kemampuan mengarang kitab (yualif al-kutub).

Keempat tokoh yang ditantang secara terbuka adalah:

• KH Miftachul Akhyar
• KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)
• H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
• H. Nusron Wahid

Baca juga
SMK Negeri 8 Jember Terkesan Tertutup Terhadap Akses Media

“Dalam rangka pembuktian hukum bahwa Gus Kikin tidak bisa ngaji, dengan segala hormat dan kerendahan hati, saya tantang empat orang tersebut untuk ngarang kitab di arena Muktamar NU,” tandas Gus Lilur.

Sikap konfrontatif Gus Lilur ini diprediksi akan semakin memanaskan suhu politik internal jelang perhelatan tertinggi warga Nahdliyin tersebut.

Penulis: Halima