Jamin Pendidikan Inklusif, Dispendikbud Kota Pasuruan Gelar Bimtek Transisi PAUD-SD

Redaksi
Oplus_16908288

KOTA PASURUAN, NewsCakra.com — Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bidang Pendidikan Transisi PAUD-SD di Gedung Gradika Bhakti Praja, Rabu (17/6/2026).

Agenda ini dilaksanakan guna menjamin penyelenggaraan pendidikan dasar yang berjalan inklusif sejak dini.

 

Sekretaris Dispendikbud Kota Pasuruan, Arif Wibisono, menjelaskan bahwa kegiatan yang mengusung tema “Melangkah Ceria dari PAUD ke SD, Meniti Transisi dengan Bahagia dan Penuh Warna” ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang positif bagi anak.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru dapat lebih siap dan percaya diri dalam mendampingi serta membantu siswa mereka menghadapi masa transisi yang krusial ini,” ujar Arif saat menyampaikan laporan panitia.

 

Menurut Arif, kesiapan guru di masa transisi sangat penting untuk membangun fondasi yang kokoh bagi proses pembelajaran sekaligus kemajuan akademis para siswa di masa depan.

 

Bimtek ini diikuti oleh 216 peserta yang terdiri atas kepala TK dan RA (atau guru yang mewakili), serta guru kelas I SD se-Kota Pasuruan. Untuk memaksimalkan pelatihan, panitia menghadirkan Kang Deden, seorang praktisi pendidikan sekaligus motivator nasional asal Purworejo, Jawa Tengah, sebagai narasumber utama.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Pasuruan dalam sambutannya mengingatkan kembali bahwa anak usia 4 hingga 6 tahun berada dalam periode emas (golden age) perkembangan. Pada fase ini, otak anak berkembang paling pesat, fondasi karakter mulai terbentuk, dan rasa ingin tahu terhadap dunia luar terbuka lebar.

 

“Peran PAUD sangat krusial karena bukan sekadar tempat bermain, melainkan lingkungan pendidikan yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak lewat pendekatan pembelajaran berbasis permainan (play-based learning),” terangnya.

Baca juga
SMK Negeri 5 Jember Gelar Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW

 

Melalui metode tersebut, lanjut Bunda PAUD, anak-anak mulai diasah untuk belajar berbagi, bekerja sama, mengenal warna, bentuk, angka, huruf, hingga melatih motorik kasar dan halus. Anak-anak juga distimulus untuk mengekspresikan diri melalui seni, musik, dan gerak guna membangun kemandirian.

 

Terkait proses transisi dari PAUD ke tingkat Sekolah Dasar (SD), Bunda PAUD menjabarkan tiga aspek penting yang wajib dipahami oleh pendidik maupun orang tua:

 

Aspek Sosio-Emosional: Anak kerap merasa cemas sekaligus senang saat memasuki lingkungan baru. Pendidik dan orang tua harus terus mendukung dengan menceritakan hal-hal positif tentang sekolah baru serta aktif mendengarkan keluh kesah anak.

Aspek Akademik: Meskipun kelas I SD memberikan penekanan lebih pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), orang tua diimbau tidak membebankan ekspektasi berlebihan agar proses adaptasi anak berjalan alami.

Aspek Kemandirian: Kebiasaan mandiri yang sudah dilatih sejak di PAUD, seperti membawa tas sendiri, merapikan mainan, dan mengurus keperluan pribadi akan sangat membantu anak menghadapi tuntutan aktivitas yang lebih tinggi di SD.

 

Di akhir arahan, Bunda PAUD menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru yang telah tulus mendedikasikan dirinya sebagai “ibu kedua” bagi anak-anak di sekolah.

 

“Terima kasih atas kesabaran, kasih sayang, dan cara-cara kreatif Bapak dan Ibu Guru dalam membuat anak-anak bahagia sambil belajar. Terima kasih telah mencerdaskan bangsa sejak usia yang paling muda,” pungkasnya.

 

Turut hadir dalam agenda tersebut Kepala Bidang PAUD dan Dikmas, Kepala Bidang Dikdas, jajaran pengawas PAUD dan SD, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan, Dewan Pendidikan, serta organisasi profesi pendidik se-Kota Pasuruan.

Penulis: RachEditor: Red