Lampung Tengah, Newscakra.com – Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah hingga Senin [29/6/2026] belum memberikan jawaban terkait status BPJS PBI milik Yulia, ibu hamil warga Kecamatan Kalirejo yang akan menjalani operasi sesar. Sikap itu dikecam DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia [PPWI] Lampung.
Tim Media KBNI-News dan PPWI Lampung telah mengirimkan 6 pertanyaan tertulis kepada Zaki, pegawai Dinsos yang disebut memahami persoalan BPJS PBI, sejak Jumat [26/6/2026]. Hingga berita ini terbit, tidak ada respons.
Yulia mengaku tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk membiayai persalinan sesar secara mandiri. Ia hanya bergantung pada BPJS PBI yang saat ini berstatus nonaktif.
Enam poin pertanyaan meliputi penyebab nonaktif, mekanisme pengaktifan kembali, dan langkah konkret Pemda untuk membantu ibu hamil miskin.
“Bungkamnya Dinsos menimbulkan tanda tanya besar. Ini menyangkut nyawa ibu dan bayi,” ujar Wakil Ketua PPWI Lampung, Sugi.
Berdasarkan koordinasi PPWI dengan BPJS Kesehatan Cabang Metro, BPJS PBI Yulia masih bisa diaktifkan. Syaratnya: Surat Keterangan Tidak Mampu [SKTM], data faskes, dan rekomendasi dari Dinsos Lampung Tengah.
“Petugas digaji dari uang rakyat. Tugasnya melayani, bukan diam saat warga butuh. Yang diperlukan Yulia bukan saling lempar tanggung jawab, tapi solusi dan pendampingan segera,” tegas Sugi.
Ia menilai kasus ini mencerminkan masih sulitnya warga kecil mengakses hak dasar kesehatan.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinsos Lampung Tengah belum memberikan klarifikasi atas 6 pertanyaan yang dilayangkan.
Media ini membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak terkait sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.






