Rehabilitasi SDN Menyono 3 Disorot, Warga Keluhkan Minim Transparansi dan Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi

Redaksi
Oplus_16908288

PROBOLINGGO, newscakra.com — Proyek rehabilitasi SD Negeri Menyono 3 yang berlokasi di Dusun Kaligunde, Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, menuai sorotan dari masyarakat setempat. Sejumlah warga mengeluhkan minimnya keterlibatan publik dan keterbukaan informasi dalam pelaksanaan proyek beranggaran ratusan juta rupiah tersebut, serta mempertanyakan kualitas fisik pengerjaannya.

 

Keluhan masyarakat tersebut mendapat pendampingan dari Wakil Sekretaris MADAS SEDARAH DPC Probolinggo, Fandi, yang meninjau langsung lokasi pengerjaan guna memantau kondisi fisik proyek sekaligus menyerap aspirasi warga.

 

Fandi menyampaikan, proyek rehabilitasi yang bersumber dari APBN Tahun 2026 dengan alokasi anggaran sekitar Rp804 juta tersebut seharusnya memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat sekitar. Namun, hingga pengerjaan berlangsung, warga mengaku tidak pernah dilibatkan maupun memperoleh informasi yang memadai mengenai teknis pelaksanaan proyek.

 

“Selain persoalan minimnya keterlibatan masyarakat, warga juga mempertanyakan kualitas material yang digunakan. Ada dugaan beberapa bahan yang dipakai tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya,” ujar Fandi saat berada di lokasi proyek.

 

Berdasarkan hasil konfirmasi kepada pihak pelaksana, Fandi memperoleh informasi bahwa pengerjaan proyek rehabilitasi tersebut menerapkan sistem pemborongan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa mekanisme pemborongan tidak menyampingkan kewajiban pelaksana untuk mematuhi regulasi, dokumen perencanaan, dan prinsip transparansi publik.

 

“Kami sudah melakukan konfirmasi kepada pihak pelaksana, dan pekerjaan ini memang diborongkan. Namun, hal itu tidak menghilangkan kewajiban untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai aturan, spesifikasi, dan prinsip keterbukaan,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, besarnya nilai anggaran negara yang digelontorkan harus sebanding dengan kualitas hasil pengerjaan di lapangan. Oleh karena itu, setiap indikasi ketidaksesuaian spesifikasi perlu ditindaklanjuti secara serius oleh instansi berwenang.

 

Baca juga
Terkait Penganiayaan Siswa SMP 1 Panji Situbondo, Ketua LSM Perjuangan Rakyat Rahmad Hartadi Angkat Bicara

“MADAS SEDARAH DPC Probolinggo mendesak pihak terkait, baik dinas teknis, inspektorat, maupun aparat pengawas lainnya, untuk turun langsung melakukan investigasi dan pemeriksaan lapangan. Jangan sampai anggaran negara ratusan juta rupiah justru menghasilkan pekerjaan yang kualitasnya dipertanyakan,” tambah Fandi.

 

Masyarakat berharap adanya audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses pelaksanaan proyek rehabilitasi SDN Menyono 3, mulai dari penggunaan material, metode kerja, hingga kesesuaiannya dengan dokumen teknis yang ditetapkan.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait masih diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi serta tanggapan guna menjaga prinsip akuntabilitas dan transparansi penggunaan anggaran publik. (*)

Penulis: Imron Editor: Red