GRESIK, Newscakra.com — Proyek pemeliharaan Gedung Pesanggrahan di Pulau Bawean Senilai Hampir 200 Juta menjadi wujud nyata kolaborasi positif antara pelaksana kegiatan dan elemen masyarakat. Menindaklanjuti masukan dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) KSM Sangkapura, pihak pelaksana dari CV Joko Samudro menyambut hangat fungsi kontrol sosial demi memastikan proyek berjalan optimal dan sesuai Petunjuk Teknis (Juknis).
Sebelumnya, Ketua LSM GMBI KSM Sangkapura, Junaidi, memberikan sorotan konstruktif terkait pemasangan papan informasi proyek serta penerapan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pekerja.
Menanggapi hal tersebut, pihak CV Joko Samudro memberikan klarifikasi bahwa ketiadaan papan informasi di lapangan murni akibat kendala teknis keterlambatan pencetakan. Pihak kontraktor menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian LSM GMBI yang dinilai sangat berharga bagi pembenahan kinerja di lapangan.
Sebagai bentuk komitmen bersama, CV Joko Samudro memperketat pengawasan agar seluruh tahapan pekerjaan di lapangan sepenuhnya mengacu pada Juknis dan standar keselamatan kerja (K3) yang berlaku. Kontraktor menegaskan bahwa transparansi dan kualitas pekerjaan adalah prioritas utama.
Langkah kooperatif ini disambut baik oleh Junaidi. Ia mengapresiasi keterbukaan CV Joko Samudro dalam membangun sinergi dan menerima kritik demi kepentingan umum. Melalui pemantauan yang berkelanjutan, LSM GMBI KSM Sangkapura siap mendukung penyelesaian proyek pemeliharaan Pesanggrahan ini agar menghasilkan kualitas terbaik untuk masyarakat Bawean.






