SINERGI MEMBANGUN NEGERI; JAYALAH NKRI!!!

Redaksi

Newscakra.com – Petang ini kita dikagetkan oleh sebuah berita liar yang tersebar luas: Polri vs Kejaksaan Agung Perang.

Benarkah demikian? Ternyata tidak.

Peristiwa ini bukanlah perang antar-institusi, melainkan ulah segelintir oknum yang kurang mawas diri. Mereka yang kurang pintar berkaca dan terlalu jumawa, tanpa disadari telah menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.

Pemicu Ketegangan: Lembaran Noda pada Hari Bhayangkara

Semua ini dipicu oleh momentum yang salah, kegagalan koordinasi, serta sikap merasa hebat sendiri.

• Siang Hari: Pada 1 Juli, sejak pagi hingga siang, Polri merayakan hari jadinya secara megah. Acara tersebut dihadiri oleh Presiden, Wapres, serta jajaran petinggi negeri.
• Petang Hari: Di hari yang sama, Jampidsus merilis penangkapan dan penahanan seorang Perwira Tinggi Polri terkait kasus MBG.

Apakah Polri tidak terima perwiranya ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Kejaksaan Agung? BUKAN!!!

Polri merasa dinista dan dihina karena momentum penangkapan tersebut seolah sengaja dipaskan dengan Hari Bhayangkara. Menjadikan Perwira Polri sebagai tersangka di hari jadinya terasa seperti “hadiah hinaan” bagi Korps Bhayangkara.

Ujian Sinergitas bagi Pemimpin Negeri

Ini menjadi pembelajaran penting: kalau masih kotor, jangan sok hebat dan jangan jumawa. Apalagi sampai menista institusi lain yang seharusnya saling bersinergi demi kejayaan bangsa.

Peristiwa ini juga menjadi ujian kecil bagi Presiden RI untuk merukunkan kembali para pembantunya agar berpadu, bukan beradu. Mereka harus bahu-mewahu membangun bangsa yang maju.

Kasus korupsi yang menjerat petinggi tersebut biarlah dituntaskan secara hukum, namun Presiden RI harus bertindak cepat untuk merukunkan kembali Kejaksaan dan Polri.

Selamat bekerja, Bapak Presiden RI!!!

Saya percaya Anda adalah Pemimpin untuk Indonesia Raya.

Salam Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Baca juga
​SMKN 6 Bengkulu Utara Tuntas Direvitalisasi, Siap Cetak Lulusan Unggul Berstandar Industri

HRM. Khalilur R Ab. S

Penulis: HalimaEditor: Red