Dilema “Kopi Senja” Overpass Kalianget: Antara Estetika Ruang dan Ancaman Nyawa

Redaksi
Oplus_0

SITUBONDO,Newscakra.com – Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Probowangi di wilayah Situbondo yang seharusnya menjadi simbol akselerasi mobilitas, kini justru melahirkan titik kerawanan baru. Overpass di Dusun Taman, Desa Kalianget, kini berubah fungsi menjadi destinasi dadakan bertajuk “Kopi Senja”. Namun, di balik daya tarik visualnya, tersimpan ancaman keselamatan yang kian mencemaskan warga.

Fenomena menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) dan kerumunan massa di bahu jalan overpass telah menggeser fungsi utama infrastruktur tersebut sebagai jalur penghubung antar-desa.

Bukan sekadar kemacetan, kehadiran lapak yang tak tertata dan parkir liar kendaraan roda dua telah mencekik lebar jalan. Hal ini mengakibatkan arus lalu lintas menuju Desa Kalisari dan Desa Tepos tersendat, menciptakan risiko kecelakaan yang nyata setiap sorenya.

Seorang warga setempat mengungkapkan kekhawatirannya atas perilaku pengunjung yang didominasi warga luar daerah.

“Kondisinya sudah tahap membahayakan. Banyak anak kecil yang menyeberang tiba-tiba di tengah arus kendaraan. Kami yang setiap hari lewat di sini merasa was-was,” keluhnya kepada awak media.

Kekhawatiran senada diungkapkan oleh pengendara asal Desa Kalisari. Ia menyoroti posisi pengendara yang selalu dipojokkan jika terjadi insiden di area tersebut.

“Kami merasa terganggu dan takut. Jika terjadi kecelakaan, pasti pengendara yang disalahkan, padahal area ini adalah akses vital yang disalahgunakan untuk nongkrong,” tegasnya.

Ironisnya, upaya penertiban yang melibatkan Satpol PP, pihak keamanan jalan tol, hingga Babinsa setempat seolah menemui jalan buntu. Teguran petugas bagaikan angin lalu; aktivitas di atas jembatan justru semakin memuncak menjelang waktu Magrib.
Ketidaksigapan dalam memberikan tindakan permanen memicu desakan dari masyarakat agar pihak berwenang mengambil langkah yang lebih represif dan solutif.

Masyarakat kini mulai melirik peran legislatif. Mengingat jalur tersebut merupakan rute harian salah satu anggota DPRD Kabupaten Situbondo yang berdomisili di Desa Kalisari, warga berharap ada intervensi politik untuk mendesak eksekutif.

Baca juga
GEMPAR! Mie Dalam Menu MBG di Bawean Penuh Ulat, LSM GMBI Kecam Kelalaian Fatal, Minta Operasional Dihentikan

“Kami berharap wakil rakyat yang setiap hari melintas di sini tidak tutup mata. Perlu ada usulan solusi konkret atau teguran keras kepada dinas terkait agar ketertiban di area ini segera dipulihkan,” tambah warga.

Analisis Masalah Utama:

• Ancaman Keselamatan: Risiko fatalitas kecelakaan akibat mobilitas anak-anak di area padat kendaraan.
• Lumpuhnya Aksesibilitas: Penyempitan jalur vital akibat ego sektoral aktivitas ekonomi tidak resmi.
• Erosi Wibawa Aparat: Lemahnya efektivitas penertiban di lapangan yang memicu ketidakpatuhan berkelanjutan.

Kemajuan infrastruktur melalui Tol Prosiwangi seharusnya menjadi berkah, bukan sumber keresahan. Kini, bola panas ada di tangan pemerintah daerah dan otoritas terkait untuk membuktikan bahwa fungsi keselamatan publik tidak boleh dikalahkan oleh tren “Kopi Senja” yang tidak berizin.