SITUBONDO ,Newscakra.com – Penyelidikan dugaan pemalsuan dokumen administratif dalam distribusi material proyek strategis Nasional, Bandara Kiai As’ad Syamsul Arifin (Kasa) Situbondo, kini memasuki babak baru. Pihak berwenang tengah bersiap melakukan pemeriksaan komprehensif terhadap seluruh lini, mulai dari jajaran manajemen perusahaan hingga oknum pelaksana administrasi di lapangan.
Ketua DPC LBH Cakra Situbondo, Nofika Syaiful Rahman—yang akrab disapa Opek—menegaskan pentingnya transparansi dalam proses hukum ini. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas indikasi manipulasi surat jalan material tanpa pandang bulu.
“Setiap pihak yang terlibat dalam rantai distribusi dan administrasi dokumen ini harus diperiksa secara mendalam. Kami melihat adanya potensi keterlibatan pihak-pihak berpengaruh di Situbondo yang turut berperan dalam skandal ini,” tegas Opek dalam keterangannya.
Berdasarkan hasil kajian internal tim ahli LBH Cakra, ditemukan sejumlah anomali pada proses pengiriman material proyek , Kejanggalan-kejanggalan ini dinilai bukan sekadar kesalahan administratif biasa, melainkan indikasi perbuatan melawan hukum yang terstruktur.
Langkah serius telah diambil oleh LBH Cakra untuk memastikan kasus ini tidak menguap begitu saja. Pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada sejumlah institusi tinggi negara, di antaranya: Panglima TNI dan Pangdam , Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Serra Kementerian Pertahanan RI
Langkah ini diambil mengingat pentingnya integritas proyek ini bagi masyarakat Situbondo serta tanggung jawab moral perusahaan pemenang tender jika terbukti melakukan pelanggaran fatal.
Menutup pernyataannya, Opek mengimbau kepada seluruh pihak yang terseret dalam dugaan kasus ini untuk bersikap kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung.
“Jika memang terdapat manipulasi data atau dokumen, sebaiknya segera diakui dan dilakukan perbaikan secara hukum. Kami mengingatkan bahwa dalam penegakan hukum, kebenaran pada akhirnya akan selalu menemukan jalannya,” pungkasnya.






