Bursa Ketua PWI Kabupaten Bandung Memanas, Rustandi Resmi Mendaftar!

Redaksi

KABUPATEN BANDUNG

Newscakra — Eskalasi politik organisasi menjelang Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung periode 2026–2029 mulai menghangat. Wartawan Jurnal Soreang, Rustandi, resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Ketua PWI Kabupaten Bandung untuk masa bakti tiga tahun mendatang.

Proses pendaftaran berlangsung di Sekretariat PWI Kabupaten Bandung, Jalan Ciloa Nomor 1, Soreang. Langkah Rustandi ini menandai dibukanya ruang demokrasi organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan PWI di tengah tantangan era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Ketua Panitia Konferensi PWI Kabupaten Bandung, Ziyan M. Nasyith, membenarkan berkas pendaftaran tersebut. Ia menegaskan panitia berkomitmen menjalankan seluruh tahapan secara transparan, tertib, dan sesuai aturan organisasi.

“Pendaftaran bakal calon ketua merupakan bagian dari tahapan resmi konferensi. Kami ingin memastikan forum ini menjadi ruang demokrasi yang sehat bagi seluruh anggota untuk memilih pemimpin yang profesional dan objektif,” ujar Ziyan.

Menjawab Tantangan AI dan Kecepatan Informasi

Pencalonan Rustandi membawa angin segar sekaligus pemantik diskusi mengenai masa depan profesi wartawan di daerah. Saat ini, insan pers dihadapkan pada disrupsi teknologi, tren konsumsi media sosial, hingga integrasi AI dalam ruang redaksi.

Menghadapi dinamika tersebut, PWI Kabupaten Bandung dituntut tak hanya cepat, tetapi juga konsisten menjaga integritas melalui verifikasi fakta, akurasi, serta kepatuhan pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Pemanfaatan teknologi dan AI perlu diimbangi dengan pemahaman etika, verifikasi ketat, serta tanggung jawab manusia dalam mengawal kepentingan publik,” menjadi salah satu perhatian utama dalam agenda perumusan arah organisasi ke depan.

Perkuat Solidaritas dan Peran Kontrol Sosial

Selain penguatan kapasitas teknis dan literasi digital, kepemimpinan PWI periode 2026–2029 juga memikul tanggung jawab besar untuk:

  • Mempererat Solidaritas: Membangun ekosistem organisasi yang inklusif dan responsif terhadap kendala yang dihadapi wartawan di lapangan.
  • Menjaga Independensi Pers: Memastikan wartawan tetap independen dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan publik dan pembangunan di Kabupaten Bandung.
  • Perlindungan Profesi: Memberikan jaminan keamanan dan kepastian hukum bagi anggota saat menjalankan tugas jurnalistik.
Baca juga
Walk Out di Gedung Gradika! Uji Publik Raperda PDRD Dipertanyakan, Aliansi Poros Tengah: Jangan Jadikan Publik Sekadar Penonton

Konferensi PWI Kabupaten Bandung 2026–2029 tidak sekadar agenda pergantian figur ketua, melainkan momentum krusial untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan merumuskan program kerja yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan dibukanya pendaftaran bakal calon, dinamika pencalonan diperkirakan akan semakin berkembang hingga hari H pelaksanaan konferensi.

Penulis: VerawatiEditor: Kaperwil Jabar