Bupati Dadang Supriatna Pimpin Rakor Evaluasi Anggaran, Tekankan Akuntabilitas dan Layanan Publik

Redaksi

KABUPATEN BANDUNG

Newscakra— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengevaluasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penyerapan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari seluruh Perangkat Daerah. Rakor yang dipimpin langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna ini berlangsung di Soreang, Senin (26/10/2026).

Rapat strategis tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, jajaran Kepala Perangkat Daerah, unsur Badan Pusat Statistik (BPS), serta para direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) se-Kabupaten Bandung.

Dalam arahannya, Bupati Dadang Supriatna—yang akrab disapa KDS—mengapresiasi capaian total pendapatan daerah yang telah merealisasikan angka 78,50 persen. Kontribusi pajak daerah juga tercatat berada di angka 69,31 persen. Apresiasi khusus turut diberikan kepada BUMD, salah satunya BPR Kertaraharja, yang sukses menyetorkan dividen 100 persen ke kas daerah senilai sekitar Rp78 miliar.

Kendati demikian, Bupati memberikan catatan tegas kepada instansi yang realisasi kinerjanya masih dinilai lambat. Ia menginstruksikan agar seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Saya sampaikan apresiasi kepada instansi dan BUMD yang sudah bekerja optimal memenuhi target. Namun, untuk OPD yang realisasi retribusi dan pelayanan publiknya masih di bawah 50 persen, saya minta segera lakukan evaluasi total dan percepat langkah teknis di lapangan,” tegas Dadang.

Selain menyoroti sektor keuangan, rakor ini juga membahas penguatan pelayanan dasar masyarakat. Bupati memberikan perhatian khusus pada sektor kesehatan, termasuk mempercepat kerja sama fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Majalaya dengan BPJS Kesehatan guna memperluas akses layanan warga.

Di samping itu, jajaran dinas teknis diminta bersinergi dalam merancang skema APBD 2027 yang lebih proporsional. Beberapa poin penting yang turut dibahas meliputi penataan aset daerah, optimalisasi produk hukum daerah, hingga pemanfaatan lahan untuk sarana pendidikan, seperti pembangunan SMPN 5 Soreang.

Baca juga
Bupati Bandung menginstruksikan percepatan pemekaran 70 desa segera ditindaklanjuti.

Menutup arahannya, Bupati juga mengapresiasi kesiapsiagaan tim penanggulangan bencana dan dinas terkait. Tercatat sebanyak 702 kejadian kebakaran serta potensi bencana hidrometeorologi periode Januari hingga Oktober 2026 berhasil ditangani secara cepat tanggap.

“Respons cepat dan pelayanan prima kepada masyarakat harus selalu dikedepankan dalam kondisi darurat apa pun,” pungkasnya.

Melalui evaluasi berkala ini, Pemkab Bandung berkomitmen memperkuat tata kelola keuangan, mendorong inovasi retribusi, serta memastikan setiap rupiah anggaran dikonversi menjadi pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat.

Sumber: Humas Pemkab Bandung / Diskominfo

Penulis: RF.008Editor: Kaperwil Jabar