ANGKA KEMISKINAN JEMBER MENYUSUT, TURUN JADI 8 PERSEN TERENDAH DALAM 10 TAHUN TERAKHIR

Redaksi
Oplus_131072

NEWS CAKRA, JEMBER – Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember menunjukkan tren positif yang signifikan pada tahun 2026. Berdasarkan laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, jumlah warga Jember yang berada di bawah garis kemiskinan menurun drastis secara absolut sebesar 15.990 jiwa.

Pada tahun 2025, angka kemiskinan di Jember tercatat sebanyak 216,76 ribu jiwa atau 216.760 jiwa dengan persentase 8,67 persen. Memasuki tahun 2026, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 200,77 ribu jiwa atau 200.770 jiwa, setara dengan 8,00 persen dari total populasi.

Penurunan ini melanjutkan tren pemulihan ekonomi yang terus membaik pasca-lonjakan angka kemiskinan semasa pandemi Covid-19.

Jika menilik data historis BPS Jawa Timur, angka kemiskinan di Jember sempat melonjak hingga 247,99 ribu jiwa atau 10,09 persen pada tahun 2020, dan mencapai puncaknya sebesar 257,09 ribu jiwa atau 10,41 persen pada tahun 2021.

Berikut ringkasan perjalanan data kemiskinan Kabupaten Jember dalam satu dekade terakhir:

– 2016: 265,10 ribu jiwa (10,97 persen)
– 2017: 266,90 ribu jiwa (11,00 persen)
– 2018: 243,42 ribu jiwa (9,98 persen)
– 2019: 226,57 ribu jiwa (9,25 persen)
– 2020: 247,99 ribu jiwa (10,09 persen)
– 2021: 257,09 ribu jiwa (10,41 persen)
– 2022: 232,73 ribu jiwa (9,39 persen)
– 2023: 236,46 ribu jiwa (9,51 persen)
– 2024: 224,77 ribu jiwa (9,01 persen)
– 2025: 216,76 ribu jiwa (8,67 persen)
– 2026: 200,77 ribu jiwa (8,00 persen)

Pencapaian 8 persen pada tahun 2026 ini menjadi rekor tingkat kemiskinan terendah bagi Kabupaten Jember dalam 10 tahun terakhir. Capaian ini bahkan mengungguli rekor terendah pra-pandemi pada tahun 2019 yang sebesar 9,25 persen.

Baca juga
Pandaan Darurat Narkoba, Polres Pasuruan Bekuk Pengedar dengan BB 118 Gram Sabu

Penurunan berturut-turut sejak kepemimpinan Gus Fawait ini menjadi wujud nyata keefektifan program pengurangan beban pengeluaran, perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat, serta kebangkitan sektor ekonomi lokal di Kabupaten Jember.

Penulis: IdhamEditor: Red