Merajut Kebangsaan dari Pintu Batu: H. Roby Agusman Harahap Serap Aspirasi Ideologi dan Urgensi Hajat Hidup Petani Tapanuli Selatan

Redaksi

NEWS CAKRA, TAPSEL – Di tengah dinamisnya arus modernisasi dan tantangan geopolitik lokal, penguatan fondasi nilai dasar negara menjadi sebuah urgensi yang tidak dapat ditawar. Bertempat di Desa Pintu Batu, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan,Pada jumat (6/11/2026)

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Nasdem, H. Roby Agusman Harahap, S.H., menggelar agenda strategis berupa Sosialisasi Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan. Acara yang dijadwalkan berlangsung khidmat selama tiga hari, mulai tanggal 5 hingga 7 November 2026, menjadi momentum krusial dalam merekatkan kembali komitmen bernegara di tingkat akar rumput.

Kehadiran legislator asal daerah pemilihan setempat ini disambut hangat oleh struktur pemerintahan desa dan elemen masyarakat normatif. Duduk bersama dalam satu forum ilmiah-kebangsaan, tampak hadir Kepala Desa yang diwakili oleh ketua BPD Pintu Batu beserta seluruh jajaran Perangkat /Kaur desa, alim ulama yang memberikan kesejukan spiritual, tokoh adat, serta ratusan warga yang memadati lokasi acara. Antusiasme yang tinggi ini mencerminkan adanya kerinduan kultural dan intelektual dari masyarakat pinggiran untuk berdialog langsung dengan representasi politik mereka di tingkat provinsi.

Dalam paparan substantifnya, H. Roby Agusman Harahap secara mendalam menguraikan bahwa Pancasila bukan sekadar ornamen teks sejarah yang dihafal, melainkan sebuah living ideology ideologi yang hidup dan harus diaktualisasikan dalam tindakan sehari-hari. Menurutnya, pemahaman yang keliru atau minimnya atensi terhadap wawasan kebangsaan berpotensi memicu kerentanan sosial dan degradasi moral. Oleh karena itu, penguatan literasi kebangsaan ini dinilai sebagai perisai utama dalam menjaga keutuhan NKRI dari rongrongan polarisasi global maupun lokal.

Lebih lanjut, dalam kata sambutannya yang berbasis kerakyatan, Roby menegaskan posisi strategisnya di parlemen Sumatera Utara. Ia menyatakan secara lugas bahwa perannya di kursi DPRD Provinsi bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah profesi sebagai penyambung lidah rakyat. “Kehadiran saya di sini adalah bentuk pertanggungjawaban moral dan politik untuk memastikan suara, kegelisahan, dan harapan masyarakat Tapanuli Selatan, khususnya Angkola Barat, memiliki gaung yang kuat di tingkat pengambil kebijakan provinsi,” ujarnya di hadapan ratusan pasang mata yang menyimak dengan saksama.

Baca juga
Brigjen Pol Muhammad Irhamni Ajak Aparat Penegak Hukum Perkuat Kolaborasi Berantas Kejahatan Lingkungan

Sesi seremonial dan penyampaian pandangan kemudian diwarnai oleh sambutan penuh apresiasi dari tokoh masyarakat setempat yang bermarga A. Mandrofa. Dalam artikulasinya, Mandrofa menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus rasa bangga kolektif warga Desa Pintu Batu atas kesediaan kader terbaik Fraksi Nasdem tersebut untuk turun langsung ke lapangan. Keterwakilan Roby di kancah legislatif Sumatera Utara dipandang sebagai jembatan emas bagi desa mereka yang selama ini membutuhkan perhatian pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Meski forum tersebut sejatinya bertajuk doktrinasi wawasan kebangsaan, dinamika sosiologis masyarakat pedesaan secara alamiah memunculkan aspirasi domestik yang mendesak. Mandrofa, mewakili suara kolektif warga, memanfaatkan momentum tersebut untuk memohon perbaikan dan pembangunan fasilitas kamar mandi umum di desa mereka. Kebutuhan akan sanitasi yang layak ini dinilai sebagai variabel mendasar demi kenyamanan, kesehatan, dan martabat hidup harian warga Desa Pintu Batu yang selama ini luput dari sentuhan anggaran revitalisasi.

Klimaks dari dialektika ruang publik ini terjadi pada sesi tanya jawab, di mana realitas agraria pedesaan dikupas secara tajam oleh salah satu perangkat desa sekaligus warga setempat bernama Aripin Siagian. Dengan nada yang sarat akan kecemasan mendalam, Aripin siagian memaparkan potret buram sektor pertanian akibat kelangkaan akut pupuk bersubsidi. Masalah ini menjadi hantaman keras bagi ketahanan ekonomi lokal, mengingat mayoritas mutlak penduduk Desa Pintu Batu menggantungkan hidupnya sebagai petani sawah dan pekebun yang sangat bergantung pada stabilitas input pertanian tersebut.” Ungkap Aripin”

Menanggapi keluhan sistemik terkait pupuk dan infrastruktur dasar tersebut, H. Roby Agusman Harahap mencatat setiap poin dengan saksama untuk kemudian dijadikan bahan formulasi dan intervensi politik pada sidang-sidang paripurna DPRD Sumut mendatang. Respons tanggap ini memberikan secercah harapan bagi para petani yang tengah berjuang di tengah ketidakpastian pasar dan birokrasi distribusi pupuk. Pertemuan ini pada akhirnya berhasil mengintegrasikan narasi besar makro-nasional (Pancasila) dengan pemenuhan hak-hak mikro-ekonomi masyarakat.

Baca juga
Dorong Kinerja OPD, 39 Pejabat Bengkulu Tengah Resmi Bergeser, Ini Daftar Lengkapnya!

Rangkaian acara yang berlangsung maraton dan sarat bobot intelektual-edukatif ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan kemitraan strategis antara rakyat dan wakilnya. Seluruh agenda berjalan dengan tingkat kondusivitas yang tinggi, aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini memancarkan optimisme baru bahwa wawasan kebangsaan yang sejati hanya akan tercipta secara paripurna apabila kebutuhan perut dan martabat hidup para petani di desa-desa terpencil seperti didesa Pintu Batu telah layak..

Penulis: A.HRPEditor: Red