ALAT BERAT TERPARKIR DI TAMAN KOTA ASEMBAGUS, PEDAGANG KAKI LIMA MENGELUH OMZET BERKURANG Dan MEMBAHAYAKAN PENGGUNA JALAN

Redaksi
Oplus_131072

NEWS CAKRA, SITUBONDO – Penempatan alat berat jenis Wales di area Taman Kota Asembagus dikeluhkan para pedagang kaki lima (PKL). Keberadaan alat berat tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas perekonomian warga yang menggantungkan hidup dari berjualan di sekitar taman kota.

Pantauan awak media pada Senin malam, 19 Oktober 2026, alat berat tersebut diparkir tepat di tengah-tengah Taman Kota Asembagus. Posisinya menutupi lapak para pedagang, sehingga dari arah depan tidak terlihat oleh pengunjung dan pengguna jalan.

Kondisi ini diduga akan berdampak langsung pada penurunan jumlah pengunjung yang datang, yang pada akhirnya akan mengurangi omzet penjualan para PKL, khususnya yang berada di area Taman Kota Asembagus.

“Seharusnya penempatan alat berat itu dijauhkan dari area pedagang dan tidak ditaruh di tengah taman kota. Selain mengganggu pedagang, ini juga membahayakan pengendara dari arah selatan maupun utara,” ujar salah satu pedagang di lokasi.

Para pedagang berharap, jika kegiatan proyek belum dikerjakan, alat berat tersebut segera dipindahkan dari area taman kota. Mereka meminta agar alat berat tidak diparkir di lokasi yang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.

Para PKL berharap pemerintah dan pihak pelaksana proyek lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan bersama, agar aktivitas perekonomian warga tetap berjalan normal dan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.

Baca juga
Perbaikan Jalan Provinsi, Pemkab Pringsewu Apresiasi Pemprov Lampung
Penulis: NofikaEditor: Red