BPBD Kota Pasuruan Gencarkan Sosialisasi dan Simulasi Kebakaran di Kelurahan Karanganyar

Redaksi
Oplus_16908288

PASURUAN newscakra.com – Maraknya kejadian kebakaran di Kota Pasuruan selama musim kemarau mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Untuk menekan potensi bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan gencar melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi dan simulasi penanganan kebakaran kepada masyarakat.

Kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan Kebakaran tersebut digelar di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, pada Rabu (12/8/2026). Langkah ini menjadi aksi nyata BPBD dalam meningkatkan kewaspadaan serta membangun kesadaran warga terhadap ancaman bahaya kebakaran.

Acara ini dihadiri oleh Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin beserta jajaran Pemadam Kebakaran (PMK), Lurah Karanganyar Rafli Sandho Dwi Laksana, S.AB., M.M., perangkat kelurahan, anggota Hansip/Linmas, serta puluhan warga setempat.

 

 

Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan, Anang Sururin, menyampaikan bahwa kondisi kebakaran di Kota Pasuruan saat ini memerlukan perhatian bersama seluruh elemen masyarakat. Dalam satu hari, angka kejadian kebakaran bahkan bisa mencapai dua hingga tiga kali.

“Di Kota Pasuruan ini situasinya sudah masuk darurat kebakaran. Dalam sehari bisa terjadi dua sampai tiga kali kebakaran. Salah satu pemicu utamanya adalah kebiasaan warga membakar sampah yang kemudian ditinggalkan tanpa pengawasan,” ungkap Anang.

Anang menambahkan, kondisi cuaca ekstrem di musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran. Aktivitas sederhana seperti membakar sampah dapat berdampak fatal jika tidak dilakukan dengan benar dan terawasi.

“Di tengah musim kemarau ini, kami perlu menekankan kepada masyarakat bahwa ancaman terbesar adalah kebakaran. Sering kali berawal dari kebiasaan membakar sampah yang diabaikan, hingga akhirnya meluas dan mengancam keselamatan warga,” jelasnya.

Oleh karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah secara sembarangan. Sampah sebaiknya dipilah dan dikumpulkan di tempat penampungan agar dapat diangkut oleh petugas kebersihan.

Baca juga
Mutasi 138 ASN di Lingkungan Pemkot Pasuruan Sah secara Hukum bentuk Integritas, Sterilisasi Kepentingan Politik

“Imbauan kami jelas, warga tidak perlu membakar sampah. Sampah cukup dipilah atau dikumpulkan di tempat sampah yang tersedia agar diambil petugas,” tegas Anang.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak pernah meninggalkan sisa api maupun bara dalam keadaan menyala. “Jangan membakar sampah lalu ditinggalkan. Jika terjadi kebakaran, warga bisa langsung menghubungi call center BPBD di nomor 0822-4529-5448. Nomor ini juga terus kami sosialisasikan melalui pamflet,” imbuhnya.

Kegiatan edukasi ini ditargetkan berlangsung di tiga kelurahan. Sebelum Karanganyar, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kelurahan Sebani, dan selanjutnya akan menyasar Kelurahan Blandongan.

Selain menerima materi teori dari petugas PMK, warga Karanganyar juga dibekali praktik simulasi langsung. Warga diberi kesempatan untuk mencoba memadamkan api secara aman menggunakan peralatan sederhana maupun alat pemadam kebakaran.

Lurah Karanganyar, Rafli Sandho Dwi Laksana, S.AB., M.M., menyambut positif inisiatif BPBD Kota Pasuruan. Menurutnya, edukasi kebencanaan ini sangat krusial agar warga tidak hanya paham potensi bahaya, tetapi juga terampil melakukan pencegahan dan penanganan awal.

“Kami sangat mengapresiasi BPBD Kota Pasuruan yang telah hadir memberikan sosialisasi dan simulasi di Kelurahan Karanganyar. Ini edukasi penting agar warga semakin siap dan tanggap menghadapi potensi kebakaran,” ujar Rafli.

Rafli menegaskan bahwa pihak kelurahan siap memperkuat sinergi dengan BPBD serta seluruh unsur masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.

“Kami mengimbau seluruh warga Karanganyar untuk tidak membakar sampah sembarangan, apalagi meninggalkannya tanpa pengawasan. Jangan sampai kelalaian kecil memicu bencana besar yang merugikan banyak pihak,” tegasnya.

Ia berharap pengetahuan yang didapat dari kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, masyarakat adalah garda terdepan dalam pencegahan bencana.

“Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Dengan kepedulian dan gotong royong, insyaallah potensi kebakaran dapat kita tekan bersama,” pungkas Rafli.

Baca juga
Terungkap 4Ha - 6Ha Bengkok Kelurahan Dampit ada di DESA SRIMULYO"

Melalui kegiatan ini, BPBD Kota Pasuruan dan Kelurahan Karanganyar membuktikan komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Warga pun menyambut baik simulasi tersebut karena kini memiliki pengetahuan praktis untuk memadamkan kobaran api sejak dini secara tenang dan terukur, tanpa panik berlebihan.

Penulis: GhaEditor: Red