Dukung Asta Cita, Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Gandeng Komunitas Garuda Emas Gencarkan Pembinaan Karakter Anak

Redaksi

Kabupaten Bandung

Newscakra – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung menggelar rapat audiensi strategis bersama Pengurus Komunitas Garuda Emas Kabupaten Bandung di Ruang Rapat Komisi D, Selasa (9/6/2026). Audiensi ini fokus membahas peluang kemitraan dalam program edukasi, perlindungan anak, serta pembinaan karakter guna meminimalkan dampak negatif digitalisasi pada anak usia sekolah.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., serta dihadiri jajaran anggota Komisi D seperti H. Agus Setiawan, SH, H. Yayat Hidayat, SE., M.M, dan Hj. Aas Aisyah. Turut hadir mendampingi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung H. Asep Kusumah, S.Sos., M.Si. beserta jajaran, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DALDUKPPA) Kabupaten Bandung dr. Mulja Munadjat, M.M., M.H.Kes. beserta jajaran, serta pengurus Garuda Emas tingkat kabupaten hingga perwakilan Provinsi Jawa Barat.

Sinergi Lintas Sektor Hadapi Darurat Gadget dan Kekerasan Anak

Dalam pembukaannya, Ketua Komisi D Dr. H. Cecep Suhendar mengapresiasi konsistensi Komunitas Garuda Emas yang secara khusus menaruh perhatian pada tumbuh kembang anak usia dini (TK dan SD). Langkah ini dinilai sangat strategis untuk mengawal pembentukan mental generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

“Kolaborasi yang diharapkan oleh Garuda Emas harus kita sepakati bersama. Kita akan kawal program pembinaan ini sejak tahapan perencanaan agar bisa masuk ke OPD terkait melalui mekanisme Musrenbang maupun pokok-pokok pikiran (Pokir) Dewan,” ujar Cecep.

Urgensi pembinaan ini diperkuat oleh pemaparan dari Kepala Dinas DaldukPPA Kabupaten Bandung, dr. Mulja Munadjat, M.M., M.H.Kes. Hingga tahun 2026, tercatat masih maraknya kasus kekerasan fisik, psikis, hingga pelecehan seksual yang menimpa anak-anak di Kabupaten Bandung, termasuk kasus eksploitasi anak yang melibatkan jaringan lintas institusi. Salah satu pemicu utamanya adalah penyalahgunaan gawai (gadget) dan komunikasi tidak terkontrol melalui game online.

Guna merespons fenomena tersebut, dr. Mulja menyatakan bahwa Dinas DaldukPPA tengah mengusulkan rancangan Peraturan Daerah (Perda) terkait Perlindungan Anak sekaligus pembatasan penggunaan handphone bagi anak-anak.

Baca juga
Endus Kebocoran Pajak Tambang, Aliansi Poros Tengah Siap "Geruduk" Bapenda Pasuruan 

Program Tematik dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, H. Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., memaparkan capaian positif di sektor pendidikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung di bidang pendidikan melonjak dari 9,07% pada tahun 2021 menjadi 9,40% di tahun 2026.

Disdik juga terus mengejar target Bupati Bandung untuk menuntaskan program wajib belajar melalui optimalisasi mutu sekolah di berbagai titik yang kini sudah terealisasi di 14 sekolah. H. Asep Kusumah menegaskan bahwa handphone tidak bisa hanya dipandang dari sisi negatifnya saja, melainkan bagaimana pengelolaannya. Saat ini, sekolah-sekolah di Kabupaten Bandung menerapkan pembelajaran lewat Program Tematik yang disesuaikan dengan urgensi lingkungan sekolah dan karakter masing-masing siswa.

Poin-Poin Aspirasi Komunitas Garuda Emas

Dalam sesi diskusi, perwakilan Komunitas Garuda Emas menyampaikan beberapa rekomendasi konkret kepada pemerintah daerah dan DPRD, antara lain:

  • Keberlanjutan Penyuluhan: Meminta agar pembinaan mental, karakter, dan perlindungan anak tidak hanya dilakukan sekali, melainkan berkala di tingkat desa maupun kecamatan dengan melibatkan orang tua.
  • Fasilitas Ruang Bermain Ramah Anak: Mendesak percepatan pembangunan Ruang bermain Ramah Anak yang berlokasi di daerah Sanggar Indah Banjaran Desa Nagrak, sebagai solusi pengalihan kecanduan anak terhadap gawai.
  • Pemberdayaan Eks Narapidana: Mengusulkan program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) berupa modal usaha nyata bagi eks narapidana agar dapat berasimilasi kembali ke masyarakat secara terhormat sekaligus mencegah residivisme. (Namun, poin ini disayangkan belum bisa digali lebih dalam akibat absennya Dinas Sosial dalam audiensi tersebut).

Catatan Koreksi Menuju Level Nasional

Anggota Komisi D, H. Yayat Hidayat, memberikan catatan konstruktif bagi Komunitas Garuda Emas. Beliau menyarankan agar program kerja yang dicanangkan oleh Garuda Emas tidak hanya bergerak di level kabupaten, melainkan berani melangkah ke level nasional. Yayat juga mendorong Garuda Emas untuk segera mengajukan audiensi langsung dengan Sekretariat Daerah (Setda), mengingat cakupan program komunitas ini dinilai sangat luas dan beririsan dengan banyak instansi, termasuk Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk simulasi edukasi kebencanaan pada anak.

Baca juga
Bupati Bandung Lantik 9 Kepala Desa Terpilih di Pilkades Antar Waktu Kabupaten Bandung

Di akhir rapat, audiensi ditutup dengan kesepakatan bulat untuk menyusun rencana kerja bersama. Program-program yang bersifat antisipatif maupun rehabilitatif yang diusulkan oleh Garuda Emas akan disinkronisasikan ke dalam program kerja OPD terkait demi mewujudkan generasi Kabupaten Bandung yang unggul, berkarakter, terlindungi, dan berdaya saing selaras dengan semangat Asta Cita.

 

Penulis: RF.008Editor: Kaperwil Jabar