PESAWARAN ,Newscakra.com — Kebocoran pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Jalan A. Yani, tepatnya di depan pintu masuk SPBU Desa Taman Sari, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, memicu keluhan luas dari masyarakat. Minimnya respons dari pihak terkait mengakibatkan aktivitas ekonomi warga terganggu dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Genangan air yang bersumber dari pipa bocor tersebut mengalir deras ke bahu jalan setiap harinya. Selain menyebabkan jalanan menjadi licin dan kotor, genangan ini menghambat akses kendaraan yang hendak masuk ke SPBU.
Dampak nyata yang dirasakan di lapangan antara lain:
• Akses SPBU Terhambat: Kendaraan harus melambat secara signifikan untuk menghindari genangan dalam, yang kerap memicu antrean di badan jalan utama.
• Kerugian Pelaku Usaha: Yeyen, pemilik warung makan di samping lokasi, mengeluhkan penurunan omzet akibat area usahanya menjadi becek dan kotor.
• Risiko Kecelakaan: Kondisi jalan yang licin di area padat lalu lintas meningkatkan risiko terpeleset bagi pengendara roda dua.
Yeyen menegaskan bahwa kondisi ini bukan merupakan kejadian baru, namun seolah dibiarkan tanpa penanganan serius oleh pihak PDAM.
“Ini bukan sehari dua hari. Pelanggan jadi malas datang karena becek. Kami yang usaha kecil jelas dirugikan. Harusnya cepat ditangani karena ini fasilitas umum di jalan protokol, bukan di tempat terpencil,” tegas Yeyen dengan nada kecewa.
Senada dengan Yeyen, Rudi, salah seorang petugas SPBU Taman Sari, menyebut kebocoran tersebut sangat mengganggu operasional harian mereka. Ia menekankan bahwa letak kebocoran yang berada persis di titik krusial (pintu masuk) sangat membahayakan pengendara motor.
Selain masalah teknis di lapangan, warga juga menyoroti buruknya layanan komunikasi PDAM. Rudi mengaku telah berupaya melakukan pelaporan secara proaktif, namun tidak membuahkan hasil. Nomor Layanan Di Nomor 0721 483855 Sulit dihubungi dan selalu bernada sibuk. ,saat Ini Warga merasa tidak memiliki saluran resmi yang responsif untuk melaporkan kerusakan fasilitas publik.
Masyarakat Desa Taman Sari mendesak agar PDAM Kabupaten Pesawaran segera melakukan perbaikan fisik di lokasi. Pembiaran yang terlalu lama dinilai sebagai bentuk pemborosan sumber daya air sekaligus pengabaian terhadap hak masyarakat sebagai konsumen dan pengguna jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM belum memberikan klarifikasi resmi maupun menunjukkan tanda-tanda perbaikan di lokasi kebocoran. Warga berharap pemerintah daerah dapat turun tangan mengaudit kinerja pelayanan PDAM agar masalah serupa tidak berlarut-larut di masa depan.






