SITUBONDO,Newscakra.com – Proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi di Desa Sliwung, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, diduga dikerjakan asal-asalan.
Pekerjaan saluran irigasi yang dikelola Kelompok P3A Tani Penamas itu disinyalir mengabaikan petunjuk teknis dan hanya mengejar keuntungan semata.
Dugaan penyelewengan terungkap setelah tim media bersama aktivis melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Meski fisik pekerjaan hampir rampung, sejumlah kejanggalan teknis ditemukan di lapangan.
Hasil pantauan menunjukkan adanya pelanggaran serius pada mutu konstruksi:
1. Campuran Semen Tidak Sesuai Standar
Komposisi adukan semen dan pasir diduga tidak sesuai juknis. Akibatnya, sejumlah bagian struktur bangunan baru sudah retak dan mengalami kerusakan fisik.
2. Pasangan Batu Banyak Rongga
Dinding saluran dipasang asal-asalan dengan banyak rongga. Kondisi ini berisiko tinggi menyebabkan kebocoran dan membuat bangunan tidak tahan lama.
3. Pengawasan Lemah
Tim Pendamping Masyarakat tidak maksimal menjalankan fungsi pengawasan. Minimnya kontrol memberi celah bagi pelaksana untuk mengabaikan standar mutu.

Kondisi ini memicu keprihatinan masyarakat dan petani Desa Sliwung sebagai penerima manfaat utama. Mereka khawatir irigasi yang dibangun dengan anggaran ratusan juta dari negara justru tidak bisa difungsikan optimal dalam jangka panjang.
“Ini uang negara untuk kami petani. Kalau dikerjakan asal-asalan begini, kami yang rugi. Airnya pasti bocor dan bangunannya cepat rusak,” ujar salah satu petani.
Masyarakat Desa Sliwung mendesak instansi terkait, khususnya BBWS dan Aparat Penegak Hukum , segera turun ke lapangan melakukan audit fisik dan menindak tegas oknum yang bertanggung jawab atas ketidaksesuaian pengerjaan proyek tersebut.
Jangan sampai program P3-TGAI yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan justru merugikan petani karena dikelola tidak profesional.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan klarifikasi.






