NEWS CAKRA, Benteng – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mengikuti rapat sinkronisasi usulan lokasi program listrik perdesaan dari pemerintah daerah, sekaligus fasilitasi penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan BERSAMA Kementerian ESDM dan PT PLN, yang digelar di Aula Merah Putih, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Senin (21/09/2026).
Rapat tersebut dihadiri perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Dr. H. Herwan Antoni, SKM., M.Si., Senior Manager Perencanaan PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) Armunanto, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM Eri Nur Cahyanto, S.T., M.T., serta kepala OPD terkait dan undangan lainnya.
Mewakili Bupati Bengkulu Tengah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Nurul Iwan Setiawan, M.Si., hadir didampingi para kepala bagian terkait.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa program listrik perdesaan merupakan bagian dari upaya meningkatkan rasio desa berlistrik dan rasio elektrifikasi, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses jaringan listrik.
Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan DJK Kementerian ESDM Eri Nur Cahyanto, S.T., M.T., menyampaikan bahwa program tersebut merupakan salah satu program strategis nasional Kementerian ESDM. Di Provinsi Bengkulu, sebanyak 36 lokasi yang tersebar di 10 kabupaten/kota telah diverifikasi dan menjadi sasaran program.
“Rapat ini penting untuk melakukan klarifikasi dan validasi data lokasi, sekaligus memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan, sehingga pelaksanaan program di lapangan dapat berjalan tanpa kendala,” ujar Eri.
Sementara itu, Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama pemerintah kabupaten/kota berkomitmen mendukung percepatan pelaksanaan program tersebut. Dukungan pemerintah daerah antara lain diperlukan dalam penyiapan lahan, sosialisasi kepada masyarakat apabila pembangunan jaringan melewati lahan warga, akses menuju lokasi, serta pengurusan perizinan apabila lokasi berada di kawasan hutan.
Ia menyebut, sejumlah wilayah yang memiliki kondisi geografis sulit juga menjadi perhatian, termasuk diwilayah Lebong Tandai dan beberapa daerah lain, yang direncanakan mendapatkan dukungan listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Pemkab Bengkulu Tengah sendiri menyatakan kesiapan untuk mendukung program tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses dan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat.
Melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PLN, program listrik perdesaan diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses energi sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah yang masih membutuhkan dukungan infrastruktur ketenagalistrikan.






