Krisis Oksigen di Pulau Bawean Memakan Korban Jiwa, LSM GMBI Desak Pemkab Gresik Ambil Langkah Darurat

Redaksi

GRESIK,, Newscakra.com — Tragedi kemanusiaan terjadi di Pulau Bawean. Akibat krisis pasokan oksigen medis yang berkepanjangan, Juma’ati, seorang pasien warga Dusun Barat Sungai, Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Umar Mas’ud Bawean.

Sebelum meninggal dunia, pihak keluarga sempat diminta secara mandiri untuk mencari tabung oksigen oleh pihak rumah sakit karena stok cadangan di fasilitas kesehatan tersebut telah habis total. Namun, upaya keluarga tak membuahkan hasil lantaran kelangkaan oksigen yang merata di wilayah tersebut.

Pihak RSUD Umar Mas’ud Bawean mengonfirmasi bahwa mereka telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik terkait menipisnya stok oksigen. Krisis ini dipicu oleh cuaca buruk yang menghentikan pelayaran kapal penyeberangan. Meski ada kapal yang diizinkan beroperasi, pihak ASDP melarang pengangkutan tabung oksigen dengan alasan keselamatan pelayaran.

Menanggapi insiden memilukan ini, Ketua LSM GMBI KSM Sangkapura, Junaidi, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kritik keras atas regulasi yang dinilai kaku dan mengabaikan keselamatan jiwa pasien.

“Kami sangat menyayangkan Keputusan sepihak ASDP yang melarang pengangkutan oksigen. Ini bukan sekadar urusan logistik, ini menyangkut nyawa manusia. Kebijakan teknis tidak boleh mengorbankan keselamatan warga,” tegas Junaidi usai menerima pengaduan dari keluarga korban dan berkoordinasi langsung dengan pihak manajemen RSUD Umar Mas’ud Bawean.

Junaidi menilai, pemerintah daerah seharusnya memiliki skema tanggap darurat (contingency plan) untuk wilayah kepulauan seperti Bawean, terutama saat cuaca ekstrem membayangi.

“Jika mengangkut oksigen di kapal penumpang dianggap membahayakan, Pemerintah Kabupaten Gresik bersama dinas terkait harus hadir memberi solusi konkret seperti menyediakan armada kapal khusus medis atau helikopter darurat. Jangan biarkan warga Bawean merasa dianaktirikan saat mengakses hak dasar kesehatan,” tambahnya.

Baca juga
Gagasan Strategis Gus Lilur Resmi Jadi Kebijakan Nasional, Permen KP No. 5 Tahun 2026 Larang Ekspor Benih Lobster

LSM GMBI KSM Sangkapura mendesak Pemkab Gresik, Dinas Kesehatan, dan pihak otoritas pelabuhan untuk segera duduk bersama mencari jalan keluar darurat. Stok oksigen medis di RSUD Umar Mas’ud Bawean harus segera diisi kembali mengingat masih ada pasien lain yang membutuhkan bantuan pernapasan.

Atas nama masyarakat Bawean, GMBI menuntut adanya regulasi khusus penanganan logistik medis vital menuju wilayah kepulauan agar tragedi serupa yang menimpa almarhumah Juma’ati tidak kembali terulang di masa depan.

Penulis: Red