NEWS CAKRA, MALANG — Kabupaten Malang secara geografis merupakan salah satu wilayah terbesar di Provinsi Jawa Timur. Wilayah ini tercatat memiliki panjang jalan kabupaten (K1) sekitar 1.641,62 km dan jalan desa sepanjang lebih dari 3.175 km. Menjelang akhir tahun 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang menyiapkan inovasi bernama program “Sigap Koridor” untuk mengintegrasikan pembangunan serta pemeliharaan jalan desa dan jalan kabupaten.
Inovasi ini bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah demi menciptakan pemerataan pembangunan, memperlancar mobilitas warga, serta meningkatkan efisiensi ekonomi masyarakat desa.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khoirul Isnaidi Kusuma, menyampaikan bahwa tujuan utama dari program Sigap Koridor (Strategi Sinergitas Penyelenggaraan Jalan Kabupaten dan Desa) adalah menyatukan pemeliharaan dan pembangunan jaringan jalan dalam satu sistem infrastruktur yang saling terhubung.
Khoirul yang akrab disapa Oong menjelaskan bahwa konektivitas ini sangat penting agar sistem jalan desa dan kabupaten tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan saling memperkuat hubungan antarkawasan. Efisiensi ini diharapkan mampu mewujudkan penyelenggaraan infrastruktur jalan yang berkelanjutan sekaligus memangkas biaya logistik di tingkat desa.
Lebih lanjut, program ini ditujukan untuk mengakselerasi roda ekonomi lokal dengan mempercepat mobilitas warga dan memperluas akses masyarakat desa ke pusat-pusat ekonomi serta layanan publik.
”DPUBM memastikan manfaat dari program Sigap Koridor ini dapat dirasakan secara merata. Pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, melainkan menjangkau hingga ke pelosok perdesaan dan daerah yang terisolasi,” pungkas Oong.






