JEMBER, Newscakra.com β Momentum menghidupkan olahraga tradisional sekaligus memperkuat kebersamaan mewarnai Turnamen Bola Kasti dalam rangka HUT RI ke-81 di Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Sabtu [25/7/2026].
Sebanyak 32 tim ambil bagian dalam kompetisi yang digelar di Lapangan Desa Jatian. Antusiasme masyarakat terlihat sejak laga pembuka. Ratusan penonton memadati arena untuk menyaksikan duel perdana.
Peserta tidak hanya dari Jember, tetapi juga dari luar kota seperti Bondowoso, Banyuwangi, dan Situbondo. Hal ini menandai masih tingginya minat masyarakat terhadap olahraga tradisional yang menjadi bagian budaya lokal.
Turnamen resmi dibuka oleh Pj. Kepala Desa Jatian, Dewi Nofa Wahyuni, http://S.ST., http://M.Kes. Pemukulan gong pertama dilakukan oleh Camat Pakusari, Rifendi, bersama Ketua DPD ISSITA Jawa Timur.
Ketua Panitia, Ahmad Subaeri, menyampaikan turnamen ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Jember dengan masyarakat melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata sebagai upaya melestarikan olahraga tradisional.
“Kami ingin bola kasti tidak hanya dikenang, tetapi terus dimainkan dan menjadi kebanggaan masyarakat. Melalui peringatan HUT RI ke-81 kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga dan melestarikan olahraga tradisional ini,” ujar Camat Pakusari Rifendi.

Camat Rifendi menegaskan keberhasilan turnamen tidak hanya diukur dari raihan juara, tetapi juga dari terbangunnya semangat sportivitas, persaudaraan, dan ketertiban.
“Saya mengajak seluruh panitia, peserta, dan suporter menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga keamanan. Jadikan turnamen ini sebagai ajang mempererat persaudaraan, bukan menimbulkan permusuhan,” tegasnya.
Selain sebagai kompetisi olahraga, turnamen ini juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Jember.
Pemerintah daerah bersama masyarakat berharap turnamen bola kasti dapat menjadi agenda rutin tahunan. Tujuannya agar olahraga tradisional tetap lestari dan menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya bangsa di tengah arus modernisasi.






