DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan Gelar Orientasi PAC dan Ziarah ke Makam Bung Karno

Redaksi
Oplus_16908288

KOTA BATU, newscakra.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Pasuruan menggelar kegiatan Orientasi Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kota Pasuruan. Acara yang berlangsung intensif selama dua hari, Sabtu–Minggu (20–21 Juni 2026) ini dilaksanakan di Kota Batu, Jawa Timur.

 

Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting bagi struktural partai dalam memperkuat pemahaman ideologi, meningkatkan kapasitas kader, serta membangun soliditas organisasi dalam menghadapi dinamika politik sekaligus memperjuangkan aspirasi kerakyatan.

Agenda ini dihadiri langsung oleh jajaran Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan, serta seluruh pengurus PAC dari berbagai kecamatan se-Kota Pasuruan.

 

Prosesi acara diawali dengan khidmat melalui menyanyikan bersama lagu Indonesia Raya, Mars Marhaenisme, dan Hymne PDI Perjuangan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, dan komitmen perjuangan partai. Jalannya pembukaan dipandu langsung oleh Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Dewi Sartika, selaku moderator.

 

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Mahfud Husaeri, S.T., dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa orientasi kepartaian bukan sekadar agenda seremonial atau rutinitas organisasi. Langkah ini merupakan bagian mendasar dari proses pembentukan kader yang tangguh, berkualitas, dan memiliki pemahaman ideologis yang utuh.

 

“Orientasi ini sejatinya merupakan pra-kaderisasi yang sangat penting untuk membentuk kualitas kader yang lebih baik. Ini adalah langkah awal bagi kita untuk memahami secara penuh dan utuh fungsi serta tugas pokok sebagai kader partai. Kader PDI Perjuangan harus mampu menjadi penyambung lidah rakyat dan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat,” tegas Mahfud.

 

Mahfud juga mengingatkan seluruh jajarannya bahwa partai politik tidak boleh dipandang sebatas kendaraan untuk meraih kekuasaan politik semata, melainkan harus dijiwai sebagai alat perjuangan untuk menghadirkan solusi konkret atas persoalan masyarakat.

Baca juga
HUT ke-53 PDI Perjuangan, Kader Kota Pasuruan Targetkan Rebut 6 Kursi Legislatif

 

“PDI Perjuangan lahir dari rahim perjuangan rakyat. Karena itu, setiap kader harus hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan rakyat, serta memperjuangkan aspirasi mereka melalui jalur politik yang berkeadilan,” imbuhnya.

 

Pada sesi pembekalan materi, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Tatit Panji, S.I.Kom., memaparkan materi mendalam mengenai sejarah berdirinya PDI Perjuangan, perjalanan ideologi, serta nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Sang Proklamator, Bung Karno.

 

Menurut Tatit, pemahaman yang kuat terhadap akar sejarah dan rekam jejak organisasi merupakan fondasi utama agar para kader tidak kehilangan arah perjuangan di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis.

 

“Kader PDI Perjuangan harus memahami sejarah partai, memahami ideologi Bung Karno, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai kita hanya mengenal simbol dan atribut partai, tetapi melupakan esensi perjuangannya, yaitu berpihak kepada wong cilik dan menjaga semangat gotong royong,” tutur Tatit.

 

Guna memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan interaktif, metode orientasi kali ini diterapkan melalui sistem pembagian kelompok. Setiap kelompok diberikan studi kasus dan materi kepartaian untuk dipelajari, didiskusikan, dan dipresentasikan kembali di hadapan peserta lainnya. Masing-masing kelompok didampingi langsung oleh pengurus DPC untuk menstimulus budaya diskusi kritis dan mempertajam kemampuan analisis organisasi kader.

 

Sebagai penutup rangkaian kegiatan orientasi, pada Minggu (21/6/2026), seluruh jajaran Pengurus DPC dan Pengurus PAC PDI Perjuangan Kota Pasuruan bertolak menuju Kota Blitar untuk melaksanakan ziarah dan tabur bunga di makam Proklamator RI, Ir. Soekarno.

 

Kegiatan ziarah tersebut bukan sekadar ritual formalitas, melainkan bentuk refleksi spiritual dan ideologis atas dedikasi serta perjuangan Bung Karno. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan, semangat marhaenisme, serta totalitas pengabdian tanpa batas kepada seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga
Reformasi Birokrasi: Usai 5 Tahun, Rudiyanto Dilengserkan dari Kursi Sekda
Penulis: ChuEditor: Red