Pipa Baru Pertamina EP Cepu di Bojonegoro Bocor, Humas: Diduga Akibat Tekanan Beban Kendaraan Berat

Redaksi
Oplus_16908288

BOJONEGORO, newsCakra.com — Insiden kebocoran pipa melanda infrastruktur milik PT Pertamina EP Field Cepu Zona 11 Regional 4 yang berlokasi di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro. Ironisnya, kebocoran ini terjadi pada pipa yang baru saja selesai diganti oleh pihak perusahaan.

 

Humas Pertamina EP Field Cepu, Edi Artha, mengonfirmasi kejadian tersebut. Namun, pihaknya menepis anggapan bahwa kebocoran disebabkan oleh kualitas material atau usia pipa.

 

Berdasarkan investigasi awal tim teknis di lapangan, kebocoran diduga dipicu oleh adanya aktivitas beban berlebih di area permukaan tempat pipa tersebut ditanam.

 

“Penyebab pastinya masih kami dalami. Namun, dugaan sementara ada beban berlebih di atas timbunan pipa, kemungkinan ada kendaraan bermuatan berat yang parkir atau melintas di atasnya. Hal ini menyebabkan kerenggangan pada sambungan flange to flange,” jelas Edi Artha melalui keterangan tertulis, Minggu (12/04/2026).

 

Edi menegaskan bahwa kecil kemungkinan faktor penuaan menjadi penyebab, mengingat status pipa yang masih baru. “Pipanya baru saja diganti, jadi tidak mungkin bocor karena faktor usia,” tambahnya.

 

Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan bahwa proses perbaikan dan penanganan dampak kebocoran tengah dilakukan oleh vendor mitra Pertamina, yakni PT Ramai Jaya Abadi (RJA). Petugas di lapangan tampak berusaha mengamankan area agar rembesan atau bocoran gas/minyak tidak meluas ke area pemukiman atau lahan pertanian warga.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai volume kebocoran maupun dampak lingkungan langsung terhadap warga sekitar Desa Batokan.

 

Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area titik bocor demi keselamatan, mengingat risiko kebakaran atau gangguan pernapasan yang mungkin timbul dari kebocoran pipa energi tersebut. Wartawan NewsCakra.com akan terus memantau perkembangan penanganan dan tuntutan warga terdampak di lokasi kejadian.

Baca juga
Hadapi Masalah Rokok Ilegal, Petani Tembakau Madura Luncurkan "TRITURA", Minta Pemerintah Bertindak Cepat
Penulis: Irawan Editor: Red