Menagih Solusi ‘Penyakit Tahunan’ Debu Tolato PG Asembagus : Kesehatan Warga dan Keselamatan Jalan Terancam

Redaksi

Newscakra.com — Setiap kali musim giling gula tiba, ada senyum kepasrahan yang terpaksa diukir oleh warga Seputar PG Asembagus Kabupaten Situbondo. Di satu sisi, pabrik gula adalah urat nadi perekonomian kawasan. Namun di sisi lain, kepulan asap pabrik membawa berkah yang bercampur petaka bernama debu tolato—polusi jelaga hitam tebal yang seolah sudah menjadi “hadiah rutin” tahunan tanpa solusi konkret.

Keresahan ini kembali menyeruak D Media Sosial salah satu warga terdampak, menyuarakan jeritan hatinya. Postingan tersebut hanyalah puncak gunung es dari rasa frustrasi warga sekitar yang harus meminum pahitnya polusi demi berjalannya mesin-mesin PG Asembagus.

Bagi warga sekitar, kedatangan musim giling berarti dimulainya masa-masa sulit dalam kehidupan sehari-hari:

• Lingkungan Rumah yang Kotor: Rumah-rumah warga diselimuti serbuk jelaga tebal. Aktivitas paling sederhana seperti menjemur pakaian, menyapu halaman, hingga menyimpan makanan di meja menjadi perjuangan tiada henti.
• Ancaman Kesehatan: Udara yang terhirup setiap detik terkontaminasi oleh debu tolato. Anak-anak dan lansia menjadi pihak yang paling rentan terserang gangguan pernapasan (ISPA), batuk kronis, serta iritasi mata.
• Kualitas Hidup Menurun: Warga dipaksa beradaptasi dengan polusi udara yang tak kunjung mereda, menciptakan rasa tak nyaman dan kelelahan mental akibat paparan polusi terus-menerus.

Dampak debu tolato nyatanya tak berhenti di pekarangan rumah warga. Jika angin kencang berhembus, debu ini terbang bebas hingga ke luar wilayah kecamatan. Bahaya terbesar mengintai di jalan raya, mengingat posisi PG Asembagus berada persis di Jalur Utama Pantura.

Hujan debu tolato yang membatasi jarak pandang secara tiba-tiba berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Ini bukan lagi sekadar masalah ketidaknyamanan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan jiwa para pengguna jalan nasional.

Baca juga
Peringatan Hari Pers Nasional 2026: Mengawal Demokrasi, Memajukan Bangsa

Persoalan debu tolato ini seolah dianggap biasa hanya karena terus berulang setiap tahun. Padahal, pembiaran terhadap polusi rutin tanpa penanganan teknologi atau filterisasi debu yang memadai adalah bentuk pengabaian terhadap hak warga atas udara bersih dan lingkungan hidup yang sehat.

Warga tidak menuntut hal yang tidak mungkin. Warga memahami betul pentingnya operasional PG Asembagus bagi ekonomi daerah. Namun, yang mereka butuhkan adalah itikad baik dan solusi nyata minimal langkah peminimalisiran debu (dust suppression system) yang efektif agar musim giling tidak lagi identik dengan musim penderitaan.

Sudah saatnya pihak manajemen pabrik gula dan instansi terkait duduk bersama, mendengarkan jeritan warga, dan menghadirkan solusi konkret. Jangan biarkan debu tolato terus mengaburkan hak-hak dasar warga Situbondo atas hidup bersih dan selamat di jalurnya sendiri.