Nyawa Pengguna Jalan Terancam! Taman Kota Asembagus Jadi Gudang Material, Tanpa Rambu

Redaksi

SITUBONDO, NEWS CAKRA – Proyek pembangunan di area Taman Kota Asembagus, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, menuai protes keras warga. Pasalnya, tumpukan material berupa koral dan batu pecah dibiarkan berserakan tanpa rambu keselamatan, meluber hingga menutup trotoar dan memakan badan jalan.

Kondisi tersebut bukan hanya merampas hak pejalan kaki, namun juga menjadi jebakan maut bagi pengendara, terutama roda dua yang melintas pada malam hari. Minimnya penerangan dan tanpa adanya tanda peringatan, tumpukan material itu berpotensi besar menyebabkan kecelakaan fatal.

Tak hanya membahayakan, tumpukan material yang terkesan dibiarkan terbengkalai itu juga merusak estetika dan keasrian Taman Kota yang selama ini menjadi ikon dan ruang publik warga Asembagus.

Tokoh pemuda Asembagus, Firman, mengecam keras kelalaian tersebut. Ia menilai kontraktor bekerja asal-asalan dan dinas terkait tutup mata tanpa melakukan pengawasan.

“Ini proyek pemerintah, dibiayai dari uang pajak rakyat. Tapi pelaksanaannya ugal-ugalan. Material ditumpuk seenaknya di taman kota, menutup trotoar, makan jalan, tanpa rambu, tanpa lampu peringatan. Ini sudah melanggar aturan K3 dan UU Lalu Lintas,” tegas Firman kepada News Cakra, Jumat (16/10/2026).

Menurut Firman, pembangunan fasilitas publik seharusnya meningkatkan kenyamanan warga, bukan justru merugikan dan membahayakan.

“Kalau tujuannya mempercantik taman, kenapa pelaksanaannya malah merusak dan mengancam keselamatan? Seharusnya material ditempatkan di lokasi yang layak, diberi pagar pengaman, rambu, dan lampu. Jangan jadikan taman kota sebagai gudang batu!” kecamnya.

Firman mendesak Dinas terkait, baik Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas PUPP Situbondo, untuk segera turun ke lapangan, menegur keras kontraktor, dan memerintahkan pemindahan material.

“Kami mendukung penuh pembangunan pemerintah. Tapi kalau pelaksanaan seperti ini, kami tidak akan diam. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak. Amankan dulu materialnya, pasang rambu pengaman sekarang juga,” pungkasnya.

Baca juga
Pelapor Dugaan Perzinahan Memenuhi Panggilan Unit PPA Polres Situbondo Untuk dimintai Keterangan

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek dan dinas terkait belum memberikan keterangan resmi. Warga berharap ada tindakan cepat sebelum tumpukan batu itu memakan korban.

Penulis: Red