Dispangtan Kota Malang Gelar Bimtek Budidaya dan Pengolahan Ikan Perkotaan

Redaksi

NEWS CAKRA, MALANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan dan Budidaya Ikan Perkotaan pada Kamis (29/10/2026). Bertempat di Hotel Shalimar, Jalan Cerme No. 16, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam mendorong inovasi ekonomi melalui diversifikasi produk olahan ikan.

Bimtek ini dirancang sebagai program pelatihan peningkatan kapasitas untuk membekali para pembudidaya, pelaku usaha, hingga pengelola pangan lokal. Fokus utamanya mencakup peningkatan keterampilan teknis dalam mengolah dan menangani hasil perikanan secara efisien, higienis, serta sesuai dengan standar keamanan dan mutu pangan.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, S.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendasar untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor perikanan perkotaan.

“Melalui Bimtek ini, kami membekali peserta dengan pengetahuan teknis mengenai penanganan pascapanen, sanitasi, hingga penerapan standar mutu. Hal ini penting untuk memastikan kualitas gizi produk tetap terjaga,” ujar Slamet.

Ia menambahkan, diversifikasi produk olahan ikan seperti bakso, nugget, maupun variasi menu sehat lainnya menjadi kunci dalam meningkatkan nilai jual. Langkah inovatif ini diharapkan tidak hanya mendorong pendapatan ekonomi keluarga, tetapi juga mendukung program perbaikan gizi masyarakat.

Menghadapi tantangan keterbatasan lahan dan kondisi geografis Kota Malang yang tidak memiliki wilayah laut, Dispangtan memperkenalkan pendekatan budidaya perikanan perkotaan yang adaptif.

Dalam paparan solusinya, Slamet membagikan empat tahapan utama pengelolaan ikan di lahan terbatas:

•. Persiapan Media/Kolam: Pemanfaatan media ramah lahan sempit, seperti kolam terpal (bioflok) atau sistem budidaya dalam ember (budikdamber).
• Pemilihan dan Penebaran Benih: Seleksi bibit unggul komoditas air tawar (seperti lele, nila, atau patin) serta penerapan teknik aklimatisasi saat penebaran benih.
• Manajemen Pakan dan Air: Pemberian pakan berkualitas secara teratur serta pengelolaan kualitas air secara konsisten untuk menjaga kelangsungan hidup ikan.
• Pengolahan Hasil Perikanan: Diversifikasi produk olahan ikan guna memberikan nilai tambah (added value) bagi ekonomi keluarga sekaligus mendukung program pemenuhan gizi masyarakat perkotaan.

Baca juga
Menanti Ketegasan BGN: Dapur SPPG Probolinggo Diduga Tabrak Aturan Sertifikasi

Melalui sinergi pelatihan teknis dari hulu (budidaya) hingga ke hilir (pengolahan dan pemasaran), Dispangtan Kota Malang optimistis kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi kreatif perikanan dapat terus ditingkatkan.

Penulis: Dewi Swastyastika

Penulis: Dewi SwastyastikaEditor: Red