KABUPATEN BANDUNG
Newscakra — Warga Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, tengah diliputi rasa bahagia. Sebagai wujud syukur atas rampungnya akses jalan di wilayah mereka, warga menggelar syukuran sederhana dengan berdoa dan makan bersama di pinggir perkebunan teh dan pinus.
Kebahagiaan ini sangat beralasan. Pasalnya, jalur penghubung antara Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, dan Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang dulunya rusak parah kini sudah berubah menjadi mulus total.
Pembangunan jalan ini berawal dari inisiatif Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS). Pada tahun 2025 lalu, ia mengajukan usulan perbaikan jalan perbatasan Desa Lebakmuncang–Gununghalu secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Usulan tersebut mendapat respons positif. Presiden Prabowo langsung menyetujuinya, dan pengerjaannya dikerjakan langsung oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian PUPR.
Sebelumnya, ruas jalan ini dikenal sangat menyulitkan warga karena dipenuhi batu, berlubang di mana-mana, dan sulit dilalui kendaraan. Kini, jalan tersebut telah berubah drastis menjadi mulus, lebar, dan dicor beton dengan kualitas prima.
Perubahan besar ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Warga pun tak henti-hentinya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Bupati KDS.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Bandung, Pak Dadang Supriatna. Berkat beliau, jalan kami yang dulu rusak parah kini sudah mulus. Terima kasih juga kepada Pak Presiden yang telah mengabulkan usulan Pak Bupati,” ujar Nurjanah (46), salah seorang warga, saat menyalami Bupati KDS di lokasi syukuran.

Sementara itu, perwakilan BBPJN Kementerian PUPR, Ibnu Kurniawan, menjelaskan bahwa jalan sepanjang 2,485 kilometer ini dibangun melalui program Inpres Jalan Daerah atas dorongan kuat dari Bupati Dadang Supriatna.
“Terus terang, jalan ini dibangun berdasarkan instruksi langsung Bapak Presiden atas usulan Bapak Bupati Bandung kepada Menteri PUPR. Ini tentu karena Pak Bupati KDS sangat peduli terhadap warganya,” jelas Ibnu.
Proyek jalan rigid beton dengan lebar sekitar 8 meter ini dikerjakan menggunakan anggaran multiyears (tahun jamak) sejak Desember 2025 hingga 2026 dengan total biaya mencapai Rp15,24 miliar.
Dalam kesempatan yang sama, Ibnu secara resmi menyerahkan jalan tersebut kepada Bupati Bandung dan warga Ciwidey. Ia berpesan agar masyarakat turut serta merawat infrastruktur yang telah dibangun dengan biaya besar ini.
“Mumpung banyak masyarakat yang hadir, kami titip agar jalan ini dijaga dengan baik kebersihannya. Kalau tidak dirawat, jalan ini tentu akan cepat rusak,” pesan Ibnu.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri PUPR atas terealisasinya proyek ini.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri PUPR. Semoga kehadiran jalan yang baik ini benar-benar membawa manfaat besar bagi masyarakat di dua daerah, terutama dalam mendongkrak perekonomian,” ungkap Bupati KDS.
Bupati yang akrab disapa KDS ini menambahkan, mulusnya jalan perbatasan ini diyakini tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mempermudah distribusi hasil bumi seperti kopi dan sayuran yang menjadi komoditas utama warga setempat menuju pasar.
“Dengan jalan yang semakin lebar dan mulus, warga kini lebih mudah mengangkut hasil pertanian ke pasar. Kami berharap ini bisa membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan,” pungkasnya.
Sumber : Humas Pemkab Bandung






