SITUBONDO, Newscakra.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang digelontorkan Pemerintah Pusat demi memperkuat ketahanan pangan nasional di daerah, justru diduga dijadikan ajang mengeruk keuntungan pribadi oleh oknum tidak bertanggung jawab. Salah satunya ditemukan pada proyek pembangunan irigasi di Desa Mojodungkul, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Proyek bernilai ratusan juta rupiah yang dikerjakan oleh Kelompok P3A Mojodungkul Makmur tersebut disinyalir kuat digarap asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Berdasarkan temuan di lapangan oleh tim media, terdapat sejumlah pelanggaran teknis yang amat krusial dan berpotensi merugikan negara serta mengorbankan para petani lokal:
• Manfaatkan Pondasi Lama : Pengerjaan tidak dilakukan dari nol, melainkan sekadar menumpuk pasangan batu baru di atas fondasi atau pasangan batu lama.
• Pengerjaan Pasangan Batu di Atas Air Menggenang : Proses pengerjaan pasangan batu dan campuran semen dilakukan saat kondisi saluran air masih menggenang deras. Praktik ini dipastikan merusak kualitas adukan semen dan menurunkan kekuatan struktur bangunan secara signifikan.
• Minim Pengawasan : Tidak tampak hadirnya Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) di lokasi kegiatan. Absennya pengawas ini memberi ruang bebas bagi para pekerja untuk mengabaikan standar kualitas bangunan tanpa teguran.
Lemahnya fungsi kontrol dari instansi terkait, khususnya TPM yang seharusnya mengawal jalannya proyek dari awal hingga akhir, menjadi pemicu utama amburadulnya pengerjaan di lapangan. Kondisi ini memperbesar dugaan adanya praktik “kucing-kucingan” demi menekan biaya produksi dan meraih keuntungan sepihak.
Masyarakat dan kelompok petani berharap pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan untuk melakukan evaluasi, audit fisik, dan menindak tegas oknum yang terlibat dalam proyek irigasi Desa Mojodungkul ini. Jangan sampai anggaran negara yang diperuntukkan bagi kesejahteraan petani justru habis dilahap oknum tak bertanggung jawab.






